🔥 | Latest

Donald Trump, Lawyer, and Memes: Documents Turned Over to Investigators Show Trump Had More Contact with Russia During Campaign @balleralert Documents Turned Over to Investigators Show Trump Had More Contact with Russia During Campaign -blogged by: @RaquelHarrisTV ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Associates of Donald Trump and his company just turned in documents showing they had unreported contact with Russia during the 2016 presidential campaign. Federal investigators have confiscated the documents. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ One of the instances involves Trump's personal attorney and business colleague exchanging emails weeks prior to the Republican National Convention about the lawyer possibly attending an economic conference in Russia, where elite Russian financial and government leaders would be attendance. Amongst all the names, President Vladimir Putin was included. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Another situation involved Trump's attorney, Michael Cohen, again. In 2015, Cohen received a proposal for a Moscow residential project from a company founded by a billionaire who once served in the upper house of the Russian parliament. This marks the second time for a Trump-branded Moscow project that's been delivered to the company. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ However, Cohen declined the invitation to the economic conference saying it would be difficult to attend so close to the GOP convention. He also rejected the Moscow building plan. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Nevertheless , the information about the interactions has been provided to congressional committees as well as special counsel Robert S. Mueller III as they investigate whether Trump associates coordinated with Russian efforts to interfere in the U.S. election, according to people familiar with the inquiries.
Donald Trump, Lawyer, and Memes: Documents Turned Over to Investigators
 Show Trump Had More Contact with
 Russia During Campaign
 @balleralert
Documents Turned Over to Investigators Show Trump Had More Contact with Russia During Campaign -blogged by: @RaquelHarrisTV ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Associates of Donald Trump and his company just turned in documents showing they had unreported contact with Russia during the 2016 presidential campaign. Federal investigators have confiscated the documents. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ One of the instances involves Trump's personal attorney and business colleague exchanging emails weeks prior to the Republican National Convention about the lawyer possibly attending an economic conference in Russia, where elite Russian financial and government leaders would be attendance. Amongst all the names, President Vladimir Putin was included. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Another situation involved Trump's attorney, Michael Cohen, again. In 2015, Cohen received a proposal for a Moscow residential project from a company founded by a billionaire who once served in the upper house of the Russian parliament. This marks the second time for a Trump-branded Moscow project that's been delivered to the company. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ However, Cohen declined the invitation to the economic conference saying it would be difficult to attend so close to the GOP convention. He also rejected the Moscow building plan. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Nevertheless , the information about the interactions has been provided to congressional committees as well as special counsel Robert S. Mueller III as they investigate whether Trump associates coordinated with Russian efforts to interfere in the U.S. election, according to people familiar with the inquiries.

Documents Turned Over to Investigators Show Trump Had More Contact with Russia During Campaign -blogged by: @RaquelHarrisTV ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Associ...

Facebook, Memes, and Vladimir Putin: DARK OFORME Blue whale Grup Medsos Misterius yang Mempromosikan praktik Bunuh Diri HUMANDoD Rusia dihebohkan dengan kemunculan grup misterius di media sosial bernama Blue Whale. Bukan sembarang grup, sebab semua anggota di dalamnya memiliki tujuan yang sama yaitu bunuh diri. Blue Whale dibuat dalam aplikasi media sosial milik Rusia, VK. Media sosial ini sama seperti Facebook yang memungkinkan kamu berteman dan memiliki jaringan luas melalui dunia maya. Sayangnya, fungsi VK disalahgunakan untuk mempromosikan praktik bunuh diri khususnya di kalangan remaja. Saking gegernya berita ini, Presiden Rusia, Vladimir Putin sampai berang dan memerintahkan hukuman berat bagi pelaku dan anggota grup Blue Whale. Rusia memang sedang dipusingkan dengan fenomena bunuh diri yang meningkat. Kasus bunuh diri di kalangan remaja jumlahnya naik 57 % dan Blue Whale dianggap sebagai salah satu pemicunya. Blue Whale dimoderatori oleh seseorang yang mengawasi semua anggotanya. Dia memberikan tantangan khusus pada setiap anggota untuk berani melukai diri mereka sendiri. Salah satu admin grup yang berhasil tertangkap adalah Filipp Budeikin (22). Dia dianggap bertanggung jawab atas 15 kasus bunuh diri remaja. Budeikin memaparkan bagaimana ia menjerat para korban agar bergabung dengan grup Blue Whale. Sasaran pertama adalah mereka yang sedang dalam keadaan depresi. Budeikin memasukan konten-konten yang membuat perasaan depresi itu makin parah. Dia lalu mendoktrin mereka bahwa tak ada jalan lain yang lebih baik ketimbang mati. Sebagai awalan, anggota grup diberikan tugas melukai diri mereka sendiri. Pada tahap paling ekstrim, mereka diminta untuk mengakhiri hidupnya. “Aku hanya menjelaskan pada mereka mengapa kematian lebih baik. Tak ada paksaan apapun. Keputusan (mati) itu berasal dari diri mereka sendiri,” aku Budeikin. Bukan hanya Rusia yang menjadi sasaran grup misterius ini. Negara tetangga mereka, Ukraina pun bernasib sama. Pemerintah Ukraina bahkan sampai harus memblok 500 grup di media sosial yang terindikasi menyebarkan gagasan ekstrim seperti Blue Whale. Sumber: http:-update.ahloo.com
Facebook, Memes, and Vladimir Putin: DARK
 OFORME
 Blue whale
 Grup Medsos Misterius
 yang Mempromosikan
 praktik Bunuh Diri
HUMANDoD Rusia dihebohkan dengan kemunculan grup misterius di media sosial bernama Blue Whale. Bukan sembarang grup, sebab semua anggota di dalamnya memiliki tujuan yang sama yaitu bunuh diri. Blue Whale dibuat dalam aplikasi media sosial milik Rusia, VK. Media sosial ini sama seperti Facebook yang memungkinkan kamu berteman dan memiliki jaringan luas melalui dunia maya. Sayangnya, fungsi VK disalahgunakan untuk mempromosikan praktik bunuh diri khususnya di kalangan remaja. Saking gegernya berita ini, Presiden Rusia, Vladimir Putin sampai berang dan memerintahkan hukuman berat bagi pelaku dan anggota grup Blue Whale. Rusia memang sedang dipusingkan dengan fenomena bunuh diri yang meningkat. Kasus bunuh diri di kalangan remaja jumlahnya naik 57 % dan Blue Whale dianggap sebagai salah satu pemicunya. Blue Whale dimoderatori oleh seseorang yang mengawasi semua anggotanya. Dia memberikan tantangan khusus pada setiap anggota untuk berani melukai diri mereka sendiri. Salah satu admin grup yang berhasil tertangkap adalah Filipp Budeikin (22). Dia dianggap bertanggung jawab atas 15 kasus bunuh diri remaja. Budeikin memaparkan bagaimana ia menjerat para korban agar bergabung dengan grup Blue Whale. Sasaran pertama adalah mereka yang sedang dalam keadaan depresi. Budeikin memasukan konten-konten yang membuat perasaan depresi itu makin parah. Dia lalu mendoktrin mereka bahwa tak ada jalan lain yang lebih baik ketimbang mati. Sebagai awalan, anggota grup diberikan tugas melukai diri mereka sendiri. Pada tahap paling ekstrim, mereka diminta untuk mengakhiri hidupnya. “Aku hanya menjelaskan pada mereka mengapa kematian lebih baik. Tak ada paksaan apapun. Keputusan (mati) itu berasal dari diri mereka sendiri,” aku Budeikin. Bukan hanya Rusia yang menjadi sasaran grup misterius ini. Negara tetangga mereka, Ukraina pun bernasib sama. Pemerintah Ukraina bahkan sampai harus memblok 500 grup di media sosial yang terindikasi menyebarkan gagasan ekstrim seperti Blue Whale. Sumber: http:-update.ahloo.com

HUMANDoD Rusia dihebohkan dengan kemunculan grup misterius di media sosial bernama Blue Whale. Bukan sembarang grup, sebab semua anggota di ...