πŸ”₯ | Latest

Memes, πŸ€–, and Media: Media Sosial Kakak Beradik Asal Ngawi yang Viral dan Bikin Haru Netizen, Simak Kisahnya Kamis, 12 Januari 2017 09:04 G+ LINE Kali ini saya akan menulis tentang adik Tari yang bernama Yono nama lengkapnya Wasis Nuryono, siswa kelas 2 SMA N 1 Widodaren. Yono adalah sosok siswa yang lugu, kuat dan tangguh. Yang mana tidak seperti biasanya anak muda jaman sekarang, sekolah bawa sepeda motor, keluyuran, main HP dll. Justru yono sangat luar biasa. Bila di jaman sekarang semangat dan tekad untuk sekolah patut diacungi jempol. Dia sekolah dengan mengayuh sepeda onthel yang sudah butut dari rumahnya Tunggul hingga Kauman sekitar 10 km. Dia tidak malu walau teman-temannya bawa sepeda motor bagus. Baginya tidaklah penting, yang terpenting bisa sekolah. Yang lebih luar biasa lagi, setiap pulang sekolah atau liburan dia bukan bermain atau kelayapan. Namun dia bekerja sebagai buruh pasir di sungai atau bengawan. Semua dilakukan untuk membantu ortu, biaya sekolah kakaknya Tari juga buat sekolah dirinya sendiri. Bila musim sawah, bapak Jiyo, istri, Yono, Tari, semua juga ikut kerja buruh tani, tandur, macul, matun, derep atau yang lain. Yang terpenting bagi keluarga ini kerja halal. Kisah ini adalah nyata dan sesuai fakta. Bila ingin mengetahui langsung, silahkan datang atau ketemu keluarga ini dengan alamat keluarga bapak Imam Sujiyo (Jiyo)-ibu Karni, Rt 03 RW 06 Tunggul, Kedungmiri, Sambirejo, Mantingan, Ngawi, jawa Timur." Saat dikonfirmasi, Yuni membenarkan cerita mengenai keluarga itu. Ia dan tetangga lain pun merasa salut dengan semangat Tari dan Yono. Yuni mengaku tak tahu apakah dua anak itu mendapat beasiswa atau tidak. Beberapa waktu lalu, Jiyo sempat berniat untuk menghentikankuliah Tari karena ibunya jatuh sakit. Namun, Tari tetap bertahan dan memburuh apa saja agar tetap dapat kuliah. "Saya tetangga satu RT. Yang lain naik sepeda motor atau naik bus, dia cukup ngonthel. Tak bagus onthelnya, onthel jelek. Orang sekampung salut pokoknya," tutur Yuni. salaminspirasi
Memes, πŸ€–, and Media: Media Sosial
 Kakak Beradik Asal
 Ngawi yang Viral dan
 Bikin Haru Netizen,
 Simak Kisahnya
 Kamis, 12 Januari 2017 09:04
 G+
 LINE
Kali ini saya akan menulis tentang adik Tari yang bernama Yono nama lengkapnya Wasis Nuryono, siswa kelas 2 SMA N 1 Widodaren. Yono adalah sosok siswa yang lugu, kuat dan tangguh. Yang mana tidak seperti biasanya anak muda jaman sekarang, sekolah bawa sepeda motor, keluyuran, main HP dll. Justru yono sangat luar biasa. Bila di jaman sekarang semangat dan tekad untuk sekolah patut diacungi jempol. Dia sekolah dengan mengayuh sepeda onthel yang sudah butut dari rumahnya Tunggul hingga Kauman sekitar 10 km. Dia tidak malu walau teman-temannya bawa sepeda motor bagus. Baginya tidaklah penting, yang terpenting bisa sekolah. Yang lebih luar biasa lagi, setiap pulang sekolah atau liburan dia bukan bermain atau kelayapan. Namun dia bekerja sebagai buruh pasir di sungai atau bengawan. Semua dilakukan untuk membantu ortu, biaya sekolah kakaknya Tari juga buat sekolah dirinya sendiri. Bila musim sawah, bapak Jiyo, istri, Yono, Tari, semua juga ikut kerja buruh tani, tandur, macul, matun, derep atau yang lain. Yang terpenting bagi keluarga ini kerja halal. Kisah ini adalah nyata dan sesuai fakta. Bila ingin mengetahui langsung, silahkan datang atau ketemu keluarga ini dengan alamat keluarga bapak Imam Sujiyo (Jiyo)-ibu Karni, Rt 03 RW 06 Tunggul, Kedungmiri, Sambirejo, Mantingan, Ngawi, jawa Timur." Saat dikonfirmasi, Yuni membenarkan cerita mengenai keluarga itu. Ia dan tetangga lain pun merasa salut dengan semangat Tari dan Yono. Yuni mengaku tak tahu apakah dua anak itu mendapat beasiswa atau tidak. Beberapa waktu lalu, Jiyo sempat berniat untuk menghentikankuliah Tari karena ibunya jatuh sakit. Namun, Tari tetap bertahan dan memburuh apa saja agar tetap dapat kuliah. "Saya tetangga satu RT. Yang lain naik sepeda motor atau naik bus, dia cukup ngonthel. Tak bagus onthelnya, onthel jelek. Orang sekampung salut pokoknya," tutur Yuni. salaminspirasi

Kali ini saya akan menulis tentang adik Tari yang bernama Yono nama lengkapnya Wasis Nuryono, siswa kelas 2 SMA N 1 Widodaren. Yono adalah s...

Facebook, Memes, and πŸ€–: Bapak Ini Pangku Anaknya yang Tertidur Pulas di Pinggir Jalan, Pengakuannya Bikin Terenyuh Okezone.com Qur'anul Hidayat Diterbitkan: 27/07/2017 11:52 URL O5 - Banyak orang di sekitar kita yang tak bisa menikmati hidup layak. Kisah hidup mereka tak jarang membuat masyarakat terenyuh dan menyadari betapa beruntungnya kehidupan kita selama ini. Tengok saja cerita yang dibagikan seorang pengguna Facebook, Regi Irawan ini. Regi yang adalah seorang driver ojek online itu tak sengaja menemukan Pak Junaedi bersama anaknya.Terlihat dalam foto yang diunggah Regi, Pak Junaedi tengah memangku anaknya yang tengah tertidur pulas di pinggir jalan. Kondisi keduanya membuat Regi tergerak untuk bertanya. Pak Junaedi ternyata adalah pemulung, setiap harinya mengumpulkan botol plastik bekas di wilayah Bogor. Lelah memulung botol bekas, Pak Junaedi beristirahat di pinggir jalan, sambil memangku anaknya yang tertidur. Menurut Regi, Pak Junaedi yang beralamat di Cijayanti II, Babakan Madang itu baru pulang dari memulung sekira pukul 01.00 WIB, saat sudah mendapatkan satu karung plastik bekas. "Yang saya salut dengan beliau adalah semangatnya dalam mencari rezeki yang halal. Semoga pak junaedi tetap sehat. Amin," tulis Regi, seperti dikutip Okezone, Kamis (27-7-2017). Unggahan Regi ini membuat netizen terenyuh. Mereka pun berdoa agar Pak Junaedi dan anaknya mendapatkan bantuan dari dermawan. "Ya allah gx tega apalagi liat si kecil nya ya allah permudahkan rezeky pada bapa dan anak trsebut,, smoga ada dermawan yg mau mmbantu nya," tulis Ci Ci Huyy"Semoga jadi pembelajaran buat semua terutama para pejabat…. masih banyak rakyatnya yg susah payah mencari rizki demi sesuap nasi…," tulis Lambang
Facebook, Memes, and πŸ€–: Bapak Ini Pangku Anaknya
 yang Tertidur Pulas di Pinggir
 Jalan, Pengakuannya Bikin
 Terenyuh
 Okezone.com Qur'anul Hidayat
 Diterbitkan: 27/07/2017 11:52
 URL
 O5
- Banyak orang di sekitar kita yang tak bisa menikmati hidup layak. Kisah hidup mereka tak jarang membuat masyarakat terenyuh dan menyadari betapa beruntungnya kehidupan kita selama ini. Tengok saja cerita yang dibagikan seorang pengguna Facebook, Regi Irawan ini. Regi yang adalah seorang driver ojek online itu tak sengaja menemukan Pak Junaedi bersama anaknya.Terlihat dalam foto yang diunggah Regi, Pak Junaedi tengah memangku anaknya yang tengah tertidur pulas di pinggir jalan. Kondisi keduanya membuat Regi tergerak untuk bertanya. Pak Junaedi ternyata adalah pemulung, setiap harinya mengumpulkan botol plastik bekas di wilayah Bogor. Lelah memulung botol bekas, Pak Junaedi beristirahat di pinggir jalan, sambil memangku anaknya yang tertidur. Menurut Regi, Pak Junaedi yang beralamat di Cijayanti II, Babakan Madang itu baru pulang dari memulung sekira pukul 01.00 WIB, saat sudah mendapatkan satu karung plastik bekas. "Yang saya salut dengan beliau adalah semangatnya dalam mencari rezeki yang halal. Semoga pak junaedi tetap sehat. Amin," tulis Regi, seperti dikutip Okezone, Kamis (27-7-2017). Unggahan Regi ini membuat netizen terenyuh. Mereka pun berdoa agar Pak Junaedi dan anaknya mendapatkan bantuan dari dermawan. "Ya allah gx tega apalagi liat si kecil nya ya allah permudahkan rezeky pada bapa dan anak trsebut,, smoga ada dermawan yg mau mmbantu nya," tulis Ci Ci Huyy"Semoga jadi pembelajaran buat semua terutama para pejabat…. masih banyak rakyatnya yg susah payah mencari rizki demi sesuap nasi…," tulis Lambang

- Banyak orang di sekitar kita yang tak bisa menikmati hidup layak. Kisah hidup mereka tak jarang membuat masyarakat terenyuh dan menyadari ...

Anaconda, Bailey Jay, and Memes: 05 Juli 2017 23:05 Kisah haru remaja banting tulang demi obati adiknya yang idap leukemia Sang kakak menolak untuk menyerah. Ismarlina Mokodompit Brilio.net - Keluarga adalah segalanya. Tak heran bila ada seorang kakak yang rela melakukan apa saja demi adik atau saudaranya. Sama halnya yang dilakukan oleh seorang remaja yang banting tulang mengumpulkan uang untuk biaya perawatan adiknya ini.Remaja itu diketahui bernama Ma dan merupakan siswa SMA yang berasal dari sebuah desa miskin di provinsi Hubei, China. Kondisi keluarganya memprihatinkan dan hidup dalam keterbatasan. Keadaan keluarga Ma makin memburuk saat adik laki-laki Ma yang baru berusia 3 tahun didiagnosa menderita leukimia.Meskipun kondisi keluarganya memprihatinkan, Ma menolak untuk menyerah memperjuangkan sang adik. Jadi, ia memutuskan untuk giat belajar agar bisa menjadi seorang dokter dengan harapan kelak bisa mengobati sang adik."Aku harus masuk ke sekolah kedokteran, hanya dengan cara itu aku bisa mengobati adikku," katanya.Ma belajar dengan keras pada ujian akhirnya dan berhasil mendapatkan nilai 456. Sehari setelah menjalani ujian, Ma memutuskan untuk bekerja sebagai buruh bantu kedua orang tuanya juga bekerja sejak sebulan yang lalu. Sedangkan neneknya yang berusia 80 tahun tetap ada di rumah merawat sang adik yang sedang sakit.Ma mengaku rela melakukan apapun untuk mengumpulkan uang untuk biaya pengobatan adiknya. Ia mengangkat batu bata, menyekop pasir dan melakukan pekerjaan apapun demi mendapatkan uang 100 Yuan atau sekitar Rp 200 ribu setiap harinya.Kisah hidupnya yang menyentuh ini dipublikasikan oleh media lokal dan jadi viral di dunia maya. Cerita tentang perjuangan Ma bahkan sudah ditonton lebih dari 3 juta kali. Selain itu tak sedikit masyarakat yang mengirimkan donasi untuk keluarga Ma.Hanya dalam waktu 24 jam, 600 ribu Yuan atau sekitar Rp 1 miliar berhasil dikumpulkan. Jumlah ini cukup untuk membiayai operasi transplantasi sumsum tulang sang adik. Ma, yang saat itu sedang bekerja, menangis usai mengetahu kabar ini."Akhirnya, adikku bisa diselamatkan!" tambahnya .Salut untuk perjuangan Ma dan semoga adiknya bisa menjalani transplantasi sumsum tulang dengan selamat dan memenangkan pertarungan melawan leukemia. salaminspirasi
Anaconda, Bailey Jay, and Memes: 05 Juli 2017 23:05
 Kisah haru remaja banting
 tulang demi obati adiknya
 yang idap leukemia
 Sang kakak menolak untuk menyerah.
 Ismarlina Mokodompit
Brilio.net - Keluarga adalah segalanya. Tak heran bila ada seorang kakak yang rela melakukan apa saja demi adik atau saudaranya. Sama halnya yang dilakukan oleh seorang remaja yang banting tulang mengumpulkan uang untuk biaya perawatan adiknya ini.Remaja itu diketahui bernama Ma dan merupakan siswa SMA yang berasal dari sebuah desa miskin di provinsi Hubei, China. Kondisi keluarganya memprihatinkan dan hidup dalam keterbatasan. Keadaan keluarga Ma makin memburuk saat adik laki-laki Ma yang baru berusia 3 tahun didiagnosa menderita leukimia.Meskipun kondisi keluarganya memprihatinkan, Ma menolak untuk menyerah memperjuangkan sang adik. Jadi, ia memutuskan untuk giat belajar agar bisa menjadi seorang dokter dengan harapan kelak bisa mengobati sang adik."Aku harus masuk ke sekolah kedokteran, hanya dengan cara itu aku bisa mengobati adikku," katanya.Ma belajar dengan keras pada ujian akhirnya dan berhasil mendapatkan nilai 456. Sehari setelah menjalani ujian, Ma memutuskan untuk bekerja sebagai buruh bantu kedua orang tuanya juga bekerja sejak sebulan yang lalu. Sedangkan neneknya yang berusia 80 tahun tetap ada di rumah merawat sang adik yang sedang sakit.Ma mengaku rela melakukan apapun untuk mengumpulkan uang untuk biaya pengobatan adiknya. Ia mengangkat batu bata, menyekop pasir dan melakukan pekerjaan apapun demi mendapatkan uang 100 Yuan atau sekitar Rp 200 ribu setiap harinya.Kisah hidupnya yang menyentuh ini dipublikasikan oleh media lokal dan jadi viral di dunia maya. Cerita tentang perjuangan Ma bahkan sudah ditonton lebih dari 3 juta kali. Selain itu tak sedikit masyarakat yang mengirimkan donasi untuk keluarga Ma.Hanya dalam waktu 24 jam, 600 ribu Yuan atau sekitar Rp 1 miliar berhasil dikumpulkan. Jumlah ini cukup untuk membiayai operasi transplantasi sumsum tulang sang adik. Ma, yang saat itu sedang bekerja, menangis usai mengetahu kabar ini."Akhirnya, adikku bisa diselamatkan!" tambahnya .Salut untuk perjuangan Ma dan semoga adiknya bisa menjalani transplantasi sumsum tulang dengan selamat dan memenangkan pertarungan melawan leukemia. salaminspirasi

Brilio.net - Keluarga adalah segalanya. Tak heran bila ada seorang kakak yang rela melakukan apa saja demi adik atau saudaranya. Sama halnya...

Memes, Indonesia, and Alih: Potret ayah berkursi roda antar anaknya pergi sekolah ini bikin salut Anaknya duduk di pangkuannya. Ismarlina Mokodompit Sebagai negara berkembang, biaya pendidikan di Filipina tak jauh berbeda dengan biaya yang dibutuhkan di Indonesia. Biaya hidup dan visa untuk bersekolah di sini pun cenderung mahal. Beberapa siswa dan pekerja di kota lebih suka berjalan kaki untuk menghemat biaya hidup. Beberapa orangtua juga tak bisa mengantarkan anaknya pergi ke sekolah setiap saat. Selain karena harus bekerja untuk membiayai hidup mereka, para orangtua juga harus memikirkan biaya transportasi yang dikeluarkan.Namun bagi seorang ayah bernama Alejandro, berada di kursi roda sepanjang sisa hidupnya tak membatasi apa yang bisa ia lakukan untuk keluarganya, terutama bagi anaknya yang masih bersekolah. Untuk mengurangi biaya, mengantar anaknya ke sekolah jadi pilihan terbaik. Dikutip brilio.net dari viral4real, Jumat (30-6), setiap harinya, Alejandro membiarkan anak laki-lakinya duduk di pangkuannya sembari ia mengendalikan kursi rodanya dengan menggunakan tangan. Pemandangan ayah dan anak ini tentu menyita perhatian banyak orang. Netizen banyak yang memuji Alejandro setelah fotonya viral di media sosial. Mereka mengatakan Alejandro tak hanya menjadi sosok ayah yang hebat namun juga pahlawan tanpa tanda jasa. Alih-alih tinggal di rumah dan beristirahat, Alejandro memilih untuk mengorbankan hidupnya demi kemajuan hidup anaknya kelak. Salut! salaminspirasi
Memes, Indonesia, and Alih: Potret ayah berkursi roda
 antar anaknya pergi
 sekolah ini bikin salut
 Anaknya duduk di pangkuannya.
 Ismarlina Mokodompit
Sebagai negara berkembang, biaya pendidikan di Filipina tak jauh berbeda dengan biaya yang dibutuhkan di Indonesia. Biaya hidup dan visa untuk bersekolah di sini pun cenderung mahal. Beberapa siswa dan pekerja di kota lebih suka berjalan kaki untuk menghemat biaya hidup. Beberapa orangtua juga tak bisa mengantarkan anaknya pergi ke sekolah setiap saat. Selain karena harus bekerja untuk membiayai hidup mereka, para orangtua juga harus memikirkan biaya transportasi yang dikeluarkan.Namun bagi seorang ayah bernama Alejandro, berada di kursi roda sepanjang sisa hidupnya tak membatasi apa yang bisa ia lakukan untuk keluarganya, terutama bagi anaknya yang masih bersekolah. Untuk mengurangi biaya, mengantar anaknya ke sekolah jadi pilihan terbaik. Dikutip brilio.net dari viral4real, Jumat (30-6), setiap harinya, Alejandro membiarkan anak laki-lakinya duduk di pangkuannya sembari ia mengendalikan kursi rodanya dengan menggunakan tangan. Pemandangan ayah dan anak ini tentu menyita perhatian banyak orang. Netizen banyak yang memuji Alejandro setelah fotonya viral di media sosial. Mereka mengatakan Alejandro tak hanya menjadi sosok ayah yang hebat namun juga pahlawan tanpa tanda jasa. Alih-alih tinggal di rumah dan beristirahat, Alejandro memilih untuk mengorbankan hidupnya demi kemajuan hidup anaknya kelak. Salut! salaminspirasi

Sebagai negara berkembang, biaya pendidikan di Filipina tak jauh berbeda dengan biaya yang dibutuhkan di Indonesia. Biaya hidup dan visa unt...

Facebook, Memes, and Sang: Dikiranua Vihara Lakukan Sembahuang di Masjid Sebuah kejadian mengejutkan terjadi di Sarawak, Malaysia. Di mana dua turis cewek yang diketahui asal Vietnam melakukan sembahyang dengan cara agama Buddha di Masjid Baitul Iman. Tak disebutkan siapa nama dua turis tersebut. Namun tampaknya mereka kurang teliti dalam membaca tempat ibadah sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk dan sembahyang. Awal mulanya kedua turis cewek tersebut masuk dan melihat-lihat isi dan sekitar masjid. Tapi tak lama kemudian, mereka mulai duduk bersimpuh di lantasi dan bersujud berulang kali. Setelah selesai sembahyang, seorang pengurus masjid pun mendekati mereka. Dan disaat itulah mereka baru menyadari bahwa mereka telah berada di tempat salah. β€œAku sangat yakin mereka bukan warga asli, karena saat aku berbicara menggunakan Bahasa Inggris, mereka menjawab dengan bahasa yang mirip Bahasa Thailand,” kata pengurus masjid tersebut. Oleh dia, dua turis itu akhirnya ditunjukkan ke vihara yang terletak di seberang jalan. β€œMereka tertawa satu sama lain. Jadi, ini bukan masalah besar,” lanjutnya lagi. Kisah dan video dua turis ini kemudian dibagikan ke akun Facebook Kamek Miak Sarawak, dan menjadi viral di media sosial. Banyak netizen Malaysia yang memuji cara sang pria menangani situasi tersebut dengan tenang dan memperlakukan mereka dengan ramah. β€œSangat salut para petugas masjid atas caranya menangani kejadian ini,” ujar seorang netizen. β€œAlhamdulilah…di Sarawak kita masih ada sifat menghormati sesama insan biarpun berlainan agama,” timpal netizen lainnya. Sumber: http:-palingseru.com
Facebook, Memes, and Sang: Dikiranua Vihara
 Lakukan Sembahuang
 di Masjid
Sebuah kejadian mengejutkan terjadi di Sarawak, Malaysia. Di mana dua turis cewek yang diketahui asal Vietnam melakukan sembahyang dengan cara agama Buddha di Masjid Baitul Iman. Tak disebutkan siapa nama dua turis tersebut. Namun tampaknya mereka kurang teliti dalam membaca tempat ibadah sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk dan sembahyang. Awal mulanya kedua turis cewek tersebut masuk dan melihat-lihat isi dan sekitar masjid. Tapi tak lama kemudian, mereka mulai duduk bersimpuh di lantasi dan bersujud berulang kali. Setelah selesai sembahyang, seorang pengurus masjid pun mendekati mereka. Dan disaat itulah mereka baru menyadari bahwa mereka telah berada di tempat salah. β€œAku sangat yakin mereka bukan warga asli, karena saat aku berbicara menggunakan Bahasa Inggris, mereka menjawab dengan bahasa yang mirip Bahasa Thailand,” kata pengurus masjid tersebut. Oleh dia, dua turis itu akhirnya ditunjukkan ke vihara yang terletak di seberang jalan. β€œMereka tertawa satu sama lain. Jadi, ini bukan masalah besar,” lanjutnya lagi. Kisah dan video dua turis ini kemudian dibagikan ke akun Facebook Kamek Miak Sarawak, dan menjadi viral di media sosial. Banyak netizen Malaysia yang memuji cara sang pria menangani situasi tersebut dengan tenang dan memperlakukan mereka dengan ramah. β€œSangat salut para petugas masjid atas caranya menangani kejadian ini,” ujar seorang netizen. β€œAlhamdulilah…di Sarawak kita masih ada sifat menghormati sesama insan biarpun berlainan agama,” timpal netizen lainnya. Sumber: http:-palingseru.com

Sebuah kejadian mengejutkan terjadi di Sarawak, Malaysia. Di mana dua turis cewek yang diketahui asal Vietnam melakukan sembahyang dengan ca...

Memes, Twitter, and πŸ€–: Salut! Meski Seorang Tunanetra u ini Tetap Gigih Berjualan Kerupuk, Netizen Terharu @sayaphati ftsalaminspirasi SHARE GUYS. TRIBUNJATENG.COM - Setiap orang pasti memiliki kekurangan. Ada orang yang memiliki kekurangan namun menyerah begitu saja. Ada pula orang yang memiliki tubuh sehat dan sempurna justru tak mau berusaha. Yang lebih parah adalah orang yang dikaruniai tubuh sehat, malah berpura-pura sakit agar dikasihani orang lain. Namun netizen baru-baru ini dibuat terharu sekaligus salut pada ibu penyandang tunanetra ini. Meski tak mampu melihat, ibu ini tak mau meminta-minta. Ia tetap berusaha mencari rezeki dengan berjualan kerupuk. Seperti yang TribunStyle.com lansir dari laman Twitter @sandblazt (11-2). Ia mengunggah dua buah foto yang menunjukkan seorang wanita tunanetra tengan menunggu dagangannya. Ia berjualan kerupuk di depan Carrefour Puri Indah, Jakarta Barat. "Salut dgn Ibu ini, penyandang tunanetra tapi msh mencari nafkah jualan kerupuk didepan Carrefour Puri. Mhn dibantu dagangan beliau tweeps," tulis akun @sandblazt. Ibu tunanetra berjualan kerupuk (Twitter.com-sandblazt) Ibu tunanetra berjualan kerupuk (Twitter.com-sandblazt) "@ahh..baru kmrn beli.... Info Harga : Krupuk putih kecil Rp.15.000 Krupuk putih besar Rp. 23.000 Krupuk kulit-rambak Rp.23.000," komentar pemilik akun Twitter @Adhii_putraa. "Subhanallah,, semoga Allah selalu memberikan kesehatan dan rejeki yang berkah buat beliau.. aamiin YRA," tulis akun @ghotenz. (*) salaminspirasi Kalai ketemu boleh dibeli guys. 😊
Memes, Twitter, and πŸ€–: Salut! Meski Seorang Tunanetra
 u ini Tetap Gigih
 Berjualan Kerupuk, Netizen Terharu
 @sayaphati
 ftsalaminspirasi
SHARE GUYS. TRIBUNJATENG.COM - Setiap orang pasti memiliki kekurangan. Ada orang yang memiliki kekurangan namun menyerah begitu saja. Ada pula orang yang memiliki tubuh sehat dan sempurna justru tak mau berusaha. Yang lebih parah adalah orang yang dikaruniai tubuh sehat, malah berpura-pura sakit agar dikasihani orang lain. Namun netizen baru-baru ini dibuat terharu sekaligus salut pada ibu penyandang tunanetra ini. Meski tak mampu melihat, ibu ini tak mau meminta-minta. Ia tetap berusaha mencari rezeki dengan berjualan kerupuk. Seperti yang TribunStyle.com lansir dari laman Twitter @sandblazt (11-2). Ia mengunggah dua buah foto yang menunjukkan seorang wanita tunanetra tengan menunggu dagangannya. Ia berjualan kerupuk di depan Carrefour Puri Indah, Jakarta Barat. "Salut dgn Ibu ini, penyandang tunanetra tapi msh mencari nafkah jualan kerupuk didepan Carrefour Puri. Mhn dibantu dagangan beliau tweeps," tulis akun @sandblazt. Ibu tunanetra berjualan kerupuk (Twitter.com-sandblazt) Ibu tunanetra berjualan kerupuk (Twitter.com-sandblazt) "@ahh..baru kmrn beli.... Info Harga : Krupuk putih kecil Rp.15.000 Krupuk putih besar Rp. 23.000 Krupuk kulit-rambak Rp.23.000," komentar pemilik akun Twitter @Adhii_putraa. "Subhanallah,, semoga Allah selalu memberikan kesehatan dan rejeki yang berkah buat beliau.. aamiin YRA," tulis akun @ghotenz. (*) salaminspirasi Kalai ketemu boleh dibeli guys. 😊

SHARE GUYS. TRIBUNJATENG.COM - Setiap orang pasti memiliki kekurangan. Ada orang yang memiliki kekurangan namun menyerah begitu saja. Ada pu...

Coca-Cola, Michael Jackson, and Nelson Mandela: Gilang, Desain Kreatifnya Dipakai untuk EURO 2016 Oleh Liputan6 pada 12 Jun 2016, 13:00 WIB Nama Indonesia kembali mencuri perhatian publik dunia, khususnya di Jerman. Seorang desainer dari kota Solo terpilih menjadi desain resmi Coca-Cola untuk EURO 2016 di Prancis Dia adalah Gilang Bogy. Laki-laki berperawakan kurus ini mampu mencipta sebuah karya kreatif dengan menggambar 24 pemain Timnas Jerman. Desain Gilang yang kreatif ini ditampilkan dalam kaleng Coca-cola menyambut event akbar EURO 2016 yang khusus diedarkan di Jerman. Gilang melukis wajah-wajah pemain sepakbola Jerman dengan teknik teknik Wedha's Pop Art Portrait (WPAP) . Teknik ini diciptakan oleh Wedha Abdul Rasyid, Bapak Ilustrasi Indonesia yang lahir di Pekalongan 10 Maret 1951. Dan sejak beberapa waktu lalu, teknik ini telah dikenal di dunia. Teknik ini menggambar wajah seseorang dengan memakai garis-garis yang lurus tegas- Karena kekhasan inilah dianggap mewakili semangat tim sepakbola Jerman. Dalam membuat desain wajah-wajah pemain sepakbola itu Bogy bukan tanpa kendala. Menurutnya tiap wajah mempunyai karakter yang khas, sehingga tantangan mencipta desainnya pun beragam. Ada yang dibuat hanya dalam waktu 2 jam namun ada juga wajah yang perlu waktu lebih lama untuk mendesainnya. Selain tokoh sepakbola, ia juga mencipta desain-desain wajah para tokoh dunia seperti Michael Jackson, Angelina Jolie atau Nelson Mandela. Beberapa waktu lalu Mahasiswa Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Bayu Santoso juga memenangi Desain Alternatif Cover Album Maroon 5. Bayu mengangkat tema nusantara dalam desainnya. . Sumber: liputan6 . Wiiihh keren banget yaaa, salut ama abang Gilang yang prestasinya luar biasa ini!! πŸ˜ŽπŸ‘ .
Coca-Cola, Michael Jackson, and Nelson Mandela: Gilang, Desain Kreatifnya
 Dipakai untuk EURO 2016
 Oleh Liputan6 pada 12 Jun 2016, 13:00 WIB
Nama Indonesia kembali mencuri perhatian publik dunia, khususnya di Jerman. Seorang desainer dari kota Solo terpilih menjadi desain resmi Coca-Cola untuk EURO 2016 di Prancis Dia adalah Gilang Bogy. Laki-laki berperawakan kurus ini mampu mencipta sebuah karya kreatif dengan menggambar 24 pemain Timnas Jerman. Desain Gilang yang kreatif ini ditampilkan dalam kaleng Coca-cola menyambut event akbar EURO 2016 yang khusus diedarkan di Jerman. Gilang melukis wajah-wajah pemain sepakbola Jerman dengan teknik teknik Wedha's Pop Art Portrait (WPAP) . Teknik ini diciptakan oleh Wedha Abdul Rasyid, Bapak Ilustrasi Indonesia yang lahir di Pekalongan 10 Maret 1951. Dan sejak beberapa waktu lalu, teknik ini telah dikenal di dunia. Teknik ini menggambar wajah seseorang dengan memakai garis-garis yang lurus tegas- Karena kekhasan inilah dianggap mewakili semangat tim sepakbola Jerman. Dalam membuat desain wajah-wajah pemain sepakbola itu Bogy bukan tanpa kendala. Menurutnya tiap wajah mempunyai karakter yang khas, sehingga tantangan mencipta desainnya pun beragam. Ada yang dibuat hanya dalam waktu 2 jam namun ada juga wajah yang perlu waktu lebih lama untuk mendesainnya. Selain tokoh sepakbola, ia juga mencipta desain-desain wajah para tokoh dunia seperti Michael Jackson, Angelina Jolie atau Nelson Mandela. Beberapa waktu lalu Mahasiswa Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Bayu Santoso juga memenangi Desain Alternatif Cover Album Maroon 5. Bayu mengangkat tema nusantara dalam desainnya. . Sumber: liputan6 . Wiiihh keren banget yaaa, salut ama abang Gilang yang prestasinya luar biasa ini!! πŸ˜ŽπŸ‘ .

Nama Indonesia kembali mencuri perhatian publik dunia, khususnya di Jerman. Seorang desainer dari kota Solo terpilih menjadi desain resmi Co...