🔥 | Latest

salah: MISTERI ANGKERNYR MENARA SAIDAH 1. Bangunan Miring Di tahun 2007, betedar kabar penutupan menara Saidah. Konon karena konstruksinya yang miring, sehingga ditakutkan akan membahayakan nyawa pekerja. Tetapi pihak management membantah hal tersebut. 2. Lift Gedung Banyak yang mengatakan jika lift di menara Saidah jalannya sangat lambat. Katanya hal tersebut menyebabkan banyak penyewa kantor yang pindah. Menurut sudut pandang paranormal, banyak makhluk halus yang menunggui lift tersebut. Sehingga lift menjadi berat dan lambat geraknya. 3. Lantai 14 Beredar cerita menyeramkan tentang lantai 14 di Menara Saidah. Konon, suatu malam ada seorang wanita yang ingin menjemput saudaranya di lantai 14. Kemudian seorang satpam mengantarkan wanita tersebut memakai lift. Ketika sampai di lantai 14, wanita yang diantarkan satpam tersebut mendadak menghilang. Satpam yang berada di lantai 14 tersebut, kemudian mendengar suara ketikan dari salah satu meja kerja. Namun, ketika di lihat-lihat, tidak ada satu orang pun yang bekerja pada malam itu. Satpam yang panik, kemudian lari melewati tangga darurat dan akhirnya ia pingsan setelah melihat sosok makhluk halus di tangga darudat tersebut. 4. Perempuan Baju Merah dan Lampu Ruangan yang Hidup Sendiri Banyak masyarakat yang tinggal di daerah sekitaran menara Saidah yang melapor kepada satpam jika mereka melihat wanita ber baju merah. Wanita berbaju merah tersebut keap duduk di tembok parkiran. Tak hanya itu. Mereka juga melihat lampu (salah satu lantai gedung yang sudah tidak terpakai) hidup di malam hari. Dan terlihat seperti ada orang berlalu lalang disana 5. Bekas Kuburan Masyarakat sekitar bercerita, jika menara Saidah ini berdiri di bekas areal pemakaman. Menurut paranormal pun, penghuni dari menara ini tiap lantai berbeda-beda. Adakah yang tinggal disekitar menara saidah? Atau adakah yang pernah mengunjunginya?
salah: MISTERI ANGKERNYR
 MENARA SAIDAH
1. Bangunan Miring Di tahun 2007, betedar kabar penutupan menara Saidah. Konon karena konstruksinya yang miring, sehingga ditakutkan akan membahayakan nyawa pekerja. Tetapi pihak management membantah hal tersebut. 2. Lift Gedung Banyak yang mengatakan jika lift di menara Saidah jalannya sangat lambat. Katanya hal tersebut menyebabkan banyak penyewa kantor yang pindah. Menurut sudut pandang paranormal, banyak makhluk halus yang menunggui lift tersebut. Sehingga lift menjadi berat dan lambat geraknya. 3. Lantai 14 Beredar cerita menyeramkan tentang lantai 14 di Menara Saidah. Konon, suatu malam ada seorang wanita yang ingin menjemput saudaranya di lantai 14. Kemudian seorang satpam mengantarkan wanita tersebut memakai lift. Ketika sampai di lantai 14, wanita yang diantarkan satpam tersebut mendadak menghilang. Satpam yang berada di lantai 14 tersebut, kemudian mendengar suara ketikan dari salah satu meja kerja. Namun, ketika di lihat-lihat, tidak ada satu orang pun yang bekerja pada malam itu. Satpam yang panik, kemudian lari melewati tangga darurat dan akhirnya ia pingsan setelah melihat sosok makhluk halus di tangga darudat tersebut. 4. Perempuan Baju Merah dan Lampu Ruangan yang Hidup Sendiri Banyak masyarakat yang tinggal di daerah sekitaran menara Saidah yang melapor kepada satpam jika mereka melihat wanita ber baju merah. Wanita berbaju merah tersebut keap duduk di tembok parkiran. Tak hanya itu. Mereka juga melihat lampu (salah satu lantai gedung yang sudah tidak terpakai) hidup di malam hari. Dan terlihat seperti ada orang berlalu lalang disana 5. Bekas Kuburan Masyarakat sekitar bercerita, jika menara Saidah ini berdiri di bekas areal pemakaman. Menurut paranormal pun, penghuni dari menara ini tiap lantai berbeda-beda. Adakah yang tinggal disekitar menara saidah? Atau adakah yang pernah mengunjunginya?

1. Bangunan Miring Di tahun 2007, betedar kabar penutupan menara Saidah. Konon karena konstruksinya yang miring, sehingga ditakutkan akan...

salah: D-O-D Menolak Sejarah Omong Kosong Pangeran Diponegoro HUMANDoD Kisah hidup Pangeran Diponegoro dipenuhi misteri dan mitos. Kalah akibat dicurangi pada pertemuan di Magelang oleh Belanda, Pangeran Diponegoro pernah dianggap sebagai pemberontak cukup lama. Bahkan, kisah yang kemudian beredar serta dimasukkan dalam pelajaran sejarah di sekolah, Pangeran Diponegoro memberontak akibat tanah makam leluhurnya bakal dijadikan jalan raya oleh Belanda. Hal ini seperti mengecilkan peran sang pangeran dalam Perang Jawa 1825-1830 yang sangat terkenal tersebut. Tidak hanya karena lamanya durasi perang yang mencapai 5 tahun, Perang Jawa disebut sangat besar dan melelahkan lantaran besarnya biaya yang dihabiskan. Perang Jawa membuat kas Belanda terkuras, hingga dibutuhkan Tanam Paksa untuk mengembalikan uang kas yang kosong melompong. Pameo umum mengatakan sejarah ditulis oleh pemenang. Banyak tulisan, babad, tambo serta kitab dari berbagai penguasa baik yang ditulis sendiri maupun oleh juru tulis penuh puji-pujian dengan tujuan meningkatkan citra dirinya sendiri. Fakta mengenai Pangeran Diponegoro yang selama ini kita ketahui dalam pelajaran di bangku sekolah, ternyata sangat berbeda dan benar-benar salah. Misalnya saja, selain soal tanah makam, Pangeran Diponegoro disebutkan melawan Belanda karena dia ingin menjadi raja. Peter Carey, profesor tamu di Universitas Indonesia mengatakan, Pangeran Diponegoro menganggap dirinya sebagai Ratu Adil yang ditakdirkan membela rakyat Jawa dari penindasan. Tindakannya murni benar-benar ingin membela rakyat kecil. Perjuangan Diponegoro sangat sulit dikalahkan, sampai-sampai Belanda perlu menerapkan strategi khusus yang penuh tipu muslihat. Perjuangannya pada saat itu didukung tiga kelompok masyarakat, yakni: para bangsawan, rakyat, dan ulama. Pesona sang pangeran membuatnya tidak hanya ditakuti, tapi juga disegani oleh lawan. Wardiman Djojonegoro, pengusul Babad Diponegoro sebagai warisan dunia Unesco, mengatakan penelitian Peter Carey membuka wawasan baru terhadap pendapat para sejarawan Belanda yang sudah diyakini sebelumnya. Next🔻
salah: D-O-D
 Menolak Sejarah
 Omong Kosong
 Pangeran Diponegoro
HUMANDoD Kisah hidup Pangeran Diponegoro dipenuhi misteri dan mitos. Kalah akibat dicurangi pada pertemuan di Magelang oleh Belanda, Pangeran Diponegoro pernah dianggap sebagai pemberontak cukup lama. Bahkan, kisah yang kemudian beredar serta dimasukkan dalam pelajaran sejarah di sekolah, Pangeran Diponegoro memberontak akibat tanah makam leluhurnya bakal dijadikan jalan raya oleh Belanda. Hal ini seperti mengecilkan peran sang pangeran dalam Perang Jawa 1825-1830 yang sangat terkenal tersebut. Tidak hanya karena lamanya durasi perang yang mencapai 5 tahun, Perang Jawa disebut sangat besar dan melelahkan lantaran besarnya biaya yang dihabiskan. Perang Jawa membuat kas Belanda terkuras, hingga dibutuhkan Tanam Paksa untuk mengembalikan uang kas yang kosong melompong. Pameo umum mengatakan sejarah ditulis oleh pemenang. Banyak tulisan, babad, tambo serta kitab dari berbagai penguasa baik yang ditulis sendiri maupun oleh juru tulis penuh puji-pujian dengan tujuan meningkatkan citra dirinya sendiri. Fakta mengenai Pangeran Diponegoro yang selama ini kita ketahui dalam pelajaran di bangku sekolah, ternyata sangat berbeda dan benar-benar salah. Misalnya saja, selain soal tanah makam, Pangeran Diponegoro disebutkan melawan Belanda karena dia ingin menjadi raja. Peter Carey, profesor tamu di Universitas Indonesia mengatakan, Pangeran Diponegoro menganggap dirinya sebagai Ratu Adil yang ditakdirkan membela rakyat Jawa dari penindasan. Tindakannya murni benar-benar ingin membela rakyat kecil. Perjuangan Diponegoro sangat sulit dikalahkan, sampai-sampai Belanda perlu menerapkan strategi khusus yang penuh tipu muslihat. Perjuangannya pada saat itu didukung tiga kelompok masyarakat, yakni: para bangsawan, rakyat, dan ulama. Pesona sang pangeran membuatnya tidak hanya ditakuti, tapi juga disegani oleh lawan. Wardiman Djojonegoro, pengusul Babad Diponegoro sebagai warisan dunia Unesco, mengatakan penelitian Peter Carey membuka wawasan baru terhadap pendapat para sejarawan Belanda yang sudah diyakini sebelumnya. Next🔻

HUMANDoD Kisah hidup Pangeran Diponegoro dipenuhi misteri dan mitos. Kalah akibat dicurangi pada pertemuan di Magelang oleh Belanda, Pang...