🔥 | Latest

College, Love, and Memes: LOVE MI BLACKNess AND yOURS DAILY CALLER LIKE EDUCATION University Students Want Free Tuition For Blacks As Reparations For Slavery BY DAVID KRAYDEN 20 APRIL 2017 @Regrann from @maarifacircle - Students at Western Kentucky University (WKU) think black students should have free tuition as a means of providing reparations for past wrongs like slavery, Campus Reform reports.In a vote on Tuesday, the Western Kentucky University student government passed a resolution, 19-10, that advocates the recognition of slavery as a “debt that will never be paid” and offer free tuition to black students as compensation.The resolution also seeks the creation of a special task force to investigate the possibility of amending the admissions system so that it is weighted geographically — which, theoretically, would make acceptance at WKU easier for black students.Andre Ambam, who fought for the resolution, told the WKU Herald that racial inequality is the basis of economic inequality — the chief reason for blacks not attending college.“If you really care about diversity, if you really care about inclusion, if you really care about making this campus safe and accessible to everybody, having the student government’s support of reparation[s] for black students would be amazing,” Ambam said.Student senator Lily Nellans said the resolution is designed to compensate black people for the white privilege that has historically defined American society.“A lot of times equality can feel like oppression for those who are losing their advantage, but that’s not a reason we shouldn’t fight for equality,” Nellans said. - - 🔰"Malcolm X — 'These negroes aren't asking for no nation. They wanna crawl back on the plantation.' - diversity nationbuilding marching petitions blackbusiness selfrespect - regrann
College, Love, and Memes: LOVE
 MI
 BLACKNess
 AND
 yOURS
 DAILY CALLER
 LIKE
 EDUCATION
 University Students
 Want Free Tuition For
 Blacks As Reparations
 For Slavery
 BY DAVID KRAYDEN
 20 APRIL 2017
@Regrann from @maarifacircle - Students at Western Kentucky University (WKU) think black students should have free tuition as a means of providing reparations for past wrongs like slavery, Campus Reform reports.In a vote on Tuesday, the Western Kentucky University student government passed a resolution, 19-10, that advocates the recognition of slavery as a “debt that will never be paid” and offer free tuition to black students as compensation.The resolution also seeks the creation of a special task force to investigate the possibility of amending the admissions system so that it is weighted geographically — which, theoretically, would make acceptance at WKU easier for black students.Andre Ambam, who fought for the resolution, told the WKU Herald that racial inequality is the basis of economic inequality — the chief reason for blacks not attending college.“If you really care about diversity, if you really care about inclusion, if you really care about making this campus safe and accessible to everybody, having the student government’s support of reparation[s] for black students would be amazing,” Ambam said.Student senator Lily Nellans said the resolution is designed to compensate black people for the white privilege that has historically defined American society.“A lot of times equality can feel like oppression for those who are losing their advantage, but that’s not a reason we shouldn’t fight for equality,” Nellans said. - - 🔰"Malcolm X — 'These negroes aren't asking for no nation. They wanna crawl back on the plantation.' - diversity nationbuilding marching petitions blackbusiness selfrespect - regrann

@Regrann from @maarifacircle - Students at Western Kentucky University (WKU) think black students should have free tuition as a means of pro...

Memes, Sid, and 🤖: O-D DARK SID OF DIMENS Karoshi Saat Pekerja di Jepang Meninggal Akibat Kerja Berlebihan Secara harfiah, karoshi diterjemahkan sebagai: kematian akibat kerja yang berlebihan. Karoshi diakui sebagai penyebab kematian di Jepang Karoshi adalah fenomena terkenal di Jepang, dimana korban sering bekerja selama 14 jam sehari, selama seminggu penuh. Beberapa korban karoshi bekerja selama 80 hari berturut-turut dan lebih dari 100 jam selama berbulan-bulan pada suatu waktu. Pola kerja seperti ini mengakar karena adanya budaya yang menjunjung tinggi kerja keras, dan pengorbanan diri. Selain itu, ledakan ekonomi pada tahun 1980-an mendorong pekerja untuk semakin produktif. Sebuah survei pada tahun 2004 oleh International Labour Organization menemukan bahwa lebih dari enam juta orang Jepang bekerja rata-rata lebih dari 60 jam per minggu. Karoshi pertama kali terjadi pada tahun 1969. Waktu itu, seorang pria berusia 29 tahun, sudah menikah, bekerja di departemen pengiriman surat kabar terbesar di Jepang. Dia meninggal karena mendadak terserang stroke di kantornya. The Workers Compensation Bureau of Japan’s Ministry of Labor menganggap bahwa kerja berlebihan adalah penyebab kematian pria tersebut. Dalam tahun-tahun berikutnya, karoshi menjadi fenomena yang semakin dikenal di Jepang, terutama di kalangan pekerja kerah putih atau yang dikenal "salary men". Penyebab dari karoshi biasanya serangan jantung dan stroke. Ada fenomena lain yang terkait dengan kematian yang disebabkan oleh pekerjaan yaitu karo jisatsu. Berbeda dengan karoshi, karo jisatsu adalah kematian lantaran bunuh diri sebab seseorang terlalu banyak bekerja. Bila diungkapkan lebih khusus, karoshi adalah bekerja tanpa henti, tidak ada keseimbangan dalam hidup, dan seseorang menderita dalam diam karena harus bekerja, tidak bisa mengekspresikan ketidakpuasan terhadap beban kerjanya yang berlebihan. Sumber: intisari-online.com
Memes, Sid, and 🤖: O-D
 DARK SID
 OF DIMENS
 Karoshi
 Saat Pekerja di Jepang
 Meninggal Akibat
 Kerja Berlebihan
Secara harfiah, karoshi diterjemahkan sebagai: kematian akibat kerja yang berlebihan. Karoshi diakui sebagai penyebab kematian di Jepang Karoshi adalah fenomena terkenal di Jepang, dimana korban sering bekerja selama 14 jam sehari, selama seminggu penuh. Beberapa korban karoshi bekerja selama 80 hari berturut-turut dan lebih dari 100 jam selama berbulan-bulan pada suatu waktu. Pola kerja seperti ini mengakar karena adanya budaya yang menjunjung tinggi kerja keras, dan pengorbanan diri. Selain itu, ledakan ekonomi pada tahun 1980-an mendorong pekerja untuk semakin produktif. Sebuah survei pada tahun 2004 oleh International Labour Organization menemukan bahwa lebih dari enam juta orang Jepang bekerja rata-rata lebih dari 60 jam per minggu. Karoshi pertama kali terjadi pada tahun 1969. Waktu itu, seorang pria berusia 29 tahun, sudah menikah, bekerja di departemen pengiriman surat kabar terbesar di Jepang. Dia meninggal karena mendadak terserang stroke di kantornya. The Workers Compensation Bureau of Japan’s Ministry of Labor menganggap bahwa kerja berlebihan adalah penyebab kematian pria tersebut. Dalam tahun-tahun berikutnya, karoshi menjadi fenomena yang semakin dikenal di Jepang, terutama di kalangan pekerja kerah putih atau yang dikenal "salary men". Penyebab dari karoshi biasanya serangan jantung dan stroke. Ada fenomena lain yang terkait dengan kematian yang disebabkan oleh pekerjaan yaitu karo jisatsu. Berbeda dengan karoshi, karo jisatsu adalah kematian lantaran bunuh diri sebab seseorang terlalu banyak bekerja. Bila diungkapkan lebih khusus, karoshi adalah bekerja tanpa henti, tidak ada keseimbangan dalam hidup, dan seseorang menderita dalam diam karena harus bekerja, tidak bisa mengekspresikan ketidakpuasan terhadap beban kerjanya yang berlebihan. Sumber: intisari-online.com

Secara harfiah, karoshi diterjemahkan sebagai: kematian akibat kerja yang berlebihan. Karoshi diakui sebagai penyebab kematian di Jepang Kar...