🔥 | Latest

Memes, Sang, and Http: AM NON FISIK NUN FISIK OKT OKT Sejarah Tuyul Makhluk Haus pencuri Fulus HUMANDoD Ketika melakukan penelitian di Mojokuto (sekarang Pare), Jawa Timur pada 1952-1954, antropolog Clifford Geertz mendapat uraian sistematis mengenai makhluk halus di Jawa Seorang tukang kayu muda mengatakan ada tiga jenis pokok makhluk halus: memedi, lelembut, dan tuyul. Bahkan dia menunjuk dua anak kecil berumur tiga tahun yang sedang berdiri mendengarkan percakapan mereka. “Tuyul menyerupai anak-anak ini, hanya mereka bukan manusia tetapi anak-anak makhluk halus. Mereka tidak mengganggu, menakut-nakuti atau membuat orang sakit, sebaliknya mereka sangat disenangi oleh manusia karena membuatnya jadi kaya,” katanya kepada Geertz dalam Abangan, Santri, Priayi dalam Masyarakat Jawa. Sejarawan Peter Boomgard menyebut Clifford Geertz sebagai penemu tuyul. “Sejauh yang saya temukan, dialah sarjana pertama yang memberikan gambaran panjang dan terinci tentang tuyul, kegiatannya, kalangan orang yang memilikinya, dan cara mendapatkannya,” kata Boomgard, “Kekayaan-kekayaan Haram,” dalam Sejarah Ekonomi Modern Indonesia Berbagai Tantangan Baru suntingan J. Thomas Lindblad. Gundul dapat dikontrak selama satu periode (tujuh tahun). Sesudah itu pemiliknya akan menyerahkan diri untuk disiksa di neraka. Saat mengerikan itu dapat ditunda hingga dua periode, jika sang pemilik mengorbankan orang lain sebagai penggantinya Jika sang pemilik setuju, dengan keuntungan yang tidak terlalu banyak, yang dibutuhkan hanyalah seekor kerbau sebagai korban. Tetapi gundul harus diberi makanan kacang hijau setiap hari dan jika pemiliknya perempuan atau istrinya mempunyai bayi, gundul harus diteteki secara teratur “Jelas, ada persamaan antara gundul dan tuyul. Gundul hilang begitu saja pada 1930-an dan 1940-an. Inilah saatnya tuyul memulai kariernya,” kata Boomgard. “Kelihatannya masuk akal untuk menganggap tuyul menggantikan gundul, mengingat karakteristik mereka sangat mirip Sejarawan Ong Hok Ham (kanan) dalam acara seminar Alam Non Fisik yang diselenggarakan Yayasan Parapsikologi Semesta di Balai Wartawan, Semarang, 24-25 Oktober 1986 Foto: Repro Warta Parapsikologi No. 4 Tahun III 1986. Sumber: http:-historia.id
Memes, Sang, and Http: AM NON FISIK
 NUN FISIK
 OKT
 OKT
 Sejarah Tuyul
 Makhluk Haus
 pencuri Fulus
HUMANDoD Ketika melakukan penelitian di Mojokuto (sekarang Pare), Jawa Timur pada 1952-1954, antropolog Clifford Geertz mendapat uraian sistematis mengenai makhluk halus di Jawa Seorang tukang kayu muda mengatakan ada tiga jenis pokok makhluk halus: memedi, lelembut, dan tuyul. Bahkan dia menunjuk dua anak kecil berumur tiga tahun yang sedang berdiri mendengarkan percakapan mereka. “Tuyul menyerupai anak-anak ini, hanya mereka bukan manusia tetapi anak-anak makhluk halus. Mereka tidak mengganggu, menakut-nakuti atau membuat orang sakit, sebaliknya mereka sangat disenangi oleh manusia karena membuatnya jadi kaya,” katanya kepada Geertz dalam Abangan, Santri, Priayi dalam Masyarakat Jawa. Sejarawan Peter Boomgard menyebut Clifford Geertz sebagai penemu tuyul. “Sejauh yang saya temukan, dialah sarjana pertama yang memberikan gambaran panjang dan terinci tentang tuyul, kegiatannya, kalangan orang yang memilikinya, dan cara mendapatkannya,” kata Boomgard, “Kekayaan-kekayaan Haram,” dalam Sejarah Ekonomi Modern Indonesia Berbagai Tantangan Baru suntingan J. Thomas Lindblad. Gundul dapat dikontrak selama satu periode (tujuh tahun). Sesudah itu pemiliknya akan menyerahkan diri untuk disiksa di neraka. Saat mengerikan itu dapat ditunda hingga dua periode, jika sang pemilik mengorbankan orang lain sebagai penggantinya Jika sang pemilik setuju, dengan keuntungan yang tidak terlalu banyak, yang dibutuhkan hanyalah seekor kerbau sebagai korban. Tetapi gundul harus diberi makanan kacang hijau setiap hari dan jika pemiliknya perempuan atau istrinya mempunyai bayi, gundul harus diteteki secara teratur “Jelas, ada persamaan antara gundul dan tuyul. Gundul hilang begitu saja pada 1930-an dan 1940-an. Inilah saatnya tuyul memulai kariernya,” kata Boomgard. “Kelihatannya masuk akal untuk menganggap tuyul menggantikan gundul, mengingat karakteristik mereka sangat mirip Sejarawan Ong Hok Ham (kanan) dalam acara seminar Alam Non Fisik yang diselenggarakan Yayasan Parapsikologi Semesta di Balai Wartawan, Semarang, 24-25 Oktober 1986 Foto: Repro Warta Parapsikologi No. 4 Tahun III 1986. Sumber: http:-historia.id

HUMANDoD Ketika melakukan penelitian di Mojokuto (sekarang Pare), Jawa Timur pada 1952-1954, antropolog Clifford Geertz mendapat uraian sist...