🔥 | Latest

America, Facts, and Trash: afloweroutofstone: shituationist: radical-eirini: rossjm: higher-order: China: *does this*Inept activists in western countries: “Banning plastic straws in our bars and restaurants will save the planet guys :))))))” This chart is extremely misleading because basically the whole world dumps its trash in china and other countries at the top of this chart. This isn’t the same as how much trash each country produces - if that were what the chart was measuring, it would look FAR different. I’m not saying this to defend China, but if you’re looking at who produces the most waste per capita you should look at countries like the United States of America, Switzerland and New Zealand - countries that all produce FAR more waste per capita than China does. Like do you people SERIOUSLY think Sri Lanka, the Philippines and Vietnam have even close to the consumption capacity to produce 5 or 6 TIMES more waste than the US? The reality is that first world countries pay poorer countries to dispose their waste there because disposing of this waste in a cheap way is now mostly illegal there (at least in Europe I’m pretty sure you’re not allowed to burn it anymore) and any ways to do it in an environmentally friendly way are way more expensive. And of course, poorer countries don’t have the capacity (or the resources) to dispose of this waste in an environmentally friendly way (although this is actually changing for China specifically, if you look at the chart its somewhat old), so of course for them to get rid of it, it goes into the sea. First world: *exports trash and pollution-causing industry to the third world, consumes products dependent on these facts* Inept first worlder: “wtf China stop polluting” Imagine seeing a chart that claims Sri Lanka produces 82 times more waste per capita than the dramatically wealthier United States and just rolling with it
America, Facts, and Trash: afloweroutofstone:

shituationist:

radical-eirini:

rossjm:

higher-order:

China: *does this*Inept activists in western countries: “Banning plastic straws in our bars and restaurants will save the planet guys :))))))”

This chart is extremely misleading because basically the whole world dumps its trash in china and other countries at the top of this chart. This isn’t the same as how much trash each country produces - if that were what the chart was measuring, it would look FAR different. I’m not saying this to defend China, but if you’re looking at who produces the most waste per capita you should look at countries like the United States of America, Switzerland and New Zealand - countries that all produce FAR more waste per capita than China does.
Like do you people SERIOUSLY think Sri Lanka, the Philippines and Vietnam have even close to the consumption capacity to produce 5 or 6 TIMES more waste than the US?
The reality is that first world countries pay poorer countries to dispose their waste there because disposing of this waste in a cheap way is now mostly illegal there (at least in Europe I’m pretty sure you’re not allowed to burn it anymore) and any ways to do it in an environmentally friendly way are way more expensive. And of course, poorer countries don’t have the capacity (or the resources) to dispose of this waste in an environmentally friendly way (although this is actually changing for China specifically, if you look at the chart its somewhat old), so of course for them to get rid of it, it goes into the sea.

First world: *exports trash and pollution-causing industry to the third world, consumes products dependent on these facts*
Inept first worlder: “wtf China stop polluting”

Imagine seeing a chart that claims Sri Lanka produces 82 times more waste per capita than the dramatically wealthier United States and just rolling with it

afloweroutofstone: shituationist: radical-eirini: rossjm: higher-order: China: *does this*Inept activists in western countries: “Bannin...

Memes, China, and Peta: llmuwan China yang Ciptakan Monyet Kloning, ikecam HUMANDoD Ahli genetika China yang mengkloning lima MONYETTTT, telah telah dikritik oleh para aktifis hak binatang. MONYETTTT-MONYETTTT itu diciptakan setelah gennya diedit, sehingga menjadi berpenyakit. Sekarang mereka telah menunjukkan tanda-tanda depresi, kurang tidur dan perilaku seperti skizofrenia. Menurut para ahli, percobaan itu dapat memungkinkan tim untuk menguji obat yang nantinya dapat digunakan pada manusia dengan kondisi neurologis. Namun kondisi kelima hewan itu telah memicu kekhawatiran. Dr Julia Baines, dari kelompok kampanye PETA UK, mengatakan bahwa "secara genetik memanipulasi dan kemudian mengkloning hewan adalah praktik mengerikan yang menyebabkan hewan menderita." Namun para ahli membela penelitian mereka dengan mengatakan hewan kloning yang direkayasa menjadi sakit akan memungkinkan jumlah primata yang digunakan di laboratorium berkurang secara signifikan. "Lini penelitian ini akan membantu mengurangi jumlah MONYETTTT yang saat ini digunakan dalam penelitian biomedis di seluruh dunia," kata Poo Mu-Ming, penulis penelitian. "Tanpa campur tangan latar belakang genetik, jumlah MONYETTTT kloning yang jauh lebih kecil yang membawa penyakit mungkin cukup untuk tes praklinis," Sementara itu, Sun Qiang, yang memimpin penelitian, mengatakan bahwa menggunakan MONYETTTT kloning untuk penelitian medis dapat meningkatkan kecepatan pengembangan obat. Pada Januari 2018 dua MONYETTTT yang berbeda menjadi primata pertama yang dikloning, suatu perkembangan yang diklaim dapat membuka pintu untuk kloning manusia. Sumber: rakyatku.com
Memes, China, and Peta: llmuwan China yang Ciptakan
 Monyet Kloning,
 ikecam
HUMANDoD Ahli genetika China yang mengkloning lima MONYETTTT, telah telah dikritik oleh para aktifis hak binatang. MONYETTTT-MONYETTTT itu diciptakan setelah gennya diedit, sehingga menjadi berpenyakit. Sekarang mereka telah menunjukkan tanda-tanda depresi, kurang tidur dan perilaku seperti skizofrenia. Menurut para ahli, percobaan itu dapat memungkinkan tim untuk menguji obat yang nantinya dapat digunakan pada manusia dengan kondisi neurologis. Namun kondisi kelima hewan itu telah memicu kekhawatiran. Dr Julia Baines, dari kelompok kampanye PETA UK, mengatakan bahwa "secara genetik memanipulasi dan kemudian mengkloning hewan adalah praktik mengerikan yang menyebabkan hewan menderita." Namun para ahli membela penelitian mereka dengan mengatakan hewan kloning yang direkayasa menjadi sakit akan memungkinkan jumlah primata yang digunakan di laboratorium berkurang secara signifikan. "Lini penelitian ini akan membantu mengurangi jumlah MONYETTTT yang saat ini digunakan dalam penelitian biomedis di seluruh dunia," kata Poo Mu-Ming, penulis penelitian. "Tanpa campur tangan latar belakang genetik, jumlah MONYETTTT kloning yang jauh lebih kecil yang membawa penyakit mungkin cukup untuk tes praklinis," Sementara itu, Sun Qiang, yang memimpin penelitian, mengatakan bahwa menggunakan MONYETTTT kloning untuk penelitian medis dapat meningkatkan kecepatan pengembangan obat. Pada Januari 2018 dua MONYETTTT yang berbeda menjadi primata pertama yang dikloning, suatu perkembangan yang diklaim dapat membuka pintu untuk kloning manusia. Sumber: rakyatku.com

HUMANDoD Ahli genetika China yang mengkloning lima MONYETTTT, telah telah dikritik oleh para aktifis hak binatang. MONYETTTT-MONYETTTT itu d...